Penyaluran bantuan sosial tunai (BST) mulai dicairkan pemerintah. Pencairan BST pun menggunakan metode jemput bola atau langsung diberikan di rumah penerima manfaat.
Direktur Bisnis Jaringan dan Layanan Keuangan PT Pos Indonesia Charles Sitorus mengatakan penyaluran BST tahun ini memang difokuskan pada penyalurannya untuk diantarkan langsung ke rumah para KPM. Terutama bagi KPM yang sakit dan lansia.
Tahun ini sangat dibatasi, karena tidak boleh menimbulkan banyak kerumunan. Kami juga perkuat koordinasi dengan aparat setempat, RT/RW, Dinas Kesehatan setempat, Satgas Covid, dan pihak keamanan sejak 15 Juli," kata Charles, Senin (19/7/2021).
Lantaran metode kali ini sistemnya jemput bola, maka Pos Indonesia harus memperbanyak jumlah petugas juru bayar yang diturunkan ke lapangan
Dulu kalau melalui komunitas kami bisa dalam jumlah besar, sekarang kami kecilkan hanya 10 hingga 20 orang. Jadi konsekuensinya kami tambah jumlah tenaga penyalur dan menambah titik komunitas," jelas Charles.
Sementara itu, Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika meminta seluruh jajarannya mendukung program bansos tersebut.
"Petugas Pos dan Bulog terbatas. Maka saya menekankan untuk bantu mereka, dari aparatur pemerintah kabupaten, camat, desa, hingga RT/RW," kata Anne di Purwakarta.
Anne menekankan, BST harus segera tersalurkan kepada masyarakat. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Anne juga menekankan penyaluran BST harus disalurkan secara door to door.
"Kalau door to door itu harus jelas ada petugas yang dilibatkan," kata Anne.
Sumber : https://economy.okezone.com/

Posting Komentar untuk "PPKM Darurat, Bansos Tunai Rp600.000 Cair Secara Door to Door"